Library Links

Saturday, March 7, 2015

Semangat Itu Mereka

Tiap-tiap orang pasti mempunyai sosok inspirasi di hidupnya. Inspirator yang selalu menjadikan hidupnya penuh dengan motivasi. Sosok inspirator yang kuat, tangguh memang sangat diperlukan untuk hidup yang terus berkembang. Mulai dari tokoh inspirator ternama sampai hanya inspirator yang ala kadarnya. Namun, itu semua tidaklah penting, yang terpenting adalah seorang inspirator tersebut mampu membangkitkan semangat dan gairah hidup. Banyak orang yang mengaku mempunyai sosok inspirator yang begitu terkenal dan mempunyai nama besar, namun tidak membuat taraf hidupnya naik secara signifikan. Akan tetapi ada juga yang memiliki tokoh inspirator yang bisa dikatakan tidak mempunyai nama besar, namun membuat hidup orang tersebut progress, hal itu lebih baik ketimbang mempunyai sosok inspirator ternama namun tidak dapat membuat hidupnya berkembang.

Pun dengan saya. Saya juga memiliki sosok inspirator yang begitu saya banggakan. Mereka seakan telah memotivasi saya untuk terus berkembang, menyamai, bahkan melampaui apa yang telah mereka hasilkan selama ini. Ya, tidak muluk-muluk, tokoh inspirator saya adalah teman-teman saya sendiri. Lewat mereka saya banyak belajar hal-hal positif. Banyak teman-teman saya yang telah sukses di bidang nya masing-masing. Ada yang bergerak di bidang wirausaha bahkan ada yang sudah diterima menjadi pegawai negeri di salah satu kementerian di Jakarta. Semangat dan perjuangan mereka lah yang patut saya apresiasi. Maka tak heran jika saya menjadikan mereka sebagai sosok yang begitu menginspirasi dan memotivasi. Bahkan ada salah seorang teman saya yang begitu fokus di bidang akademisi, pengalaman dan prestasinya di olimpiade sains pun tak diragukan lagi. Kehidupan yang sederhana pun tak membuat semangatnya redup, padahal jika ia mau, ia dapat dengan mudah hidup secara hedonis dengan hasil yang ia dapatkan dari berbagai macam prestasi yang ia raih. Namun, hal itu tidak membuat dia merasa berbangga diri, ia tetap rendah hati dan ramah terhadap siapa saja. Kabar yang terakhir saya dengar, ia mendapatkan beasiswa ke Jerman, namun ia menolaknya dengan alasan tidak mendapat izin dari sang ibu. Sungguh hal yang sangat luar biasa dari seorang anak yang hidup di zaman serba sekuler ini. “Kalau dia bisa, mengapa saya tidak” kata-kata itu lah yang selalu ada di benak saya untuk terus  memotivasi  diri saya sendiri agar berkembang kearah yang leih baik.





Lewat teman-teman juga, tak hanya saling memotivasi dan memberikan berbagai masukan, tetapi disitu kita juga bisa membangun relasi yang kuat. Seperti yang kita ketahui bersama, banyak orang sukses di dunia ini dikarenakan oleh apa? Oleh banyaknya relasi yang mereka bangun. Bagaimana cara kita agar dapat membangun sebuah relasi? Kalau di dalam bahasa jawa kita mengenal istilah srawung. Istilah srawung sendiri kurang lebih berarti silaturahmi. Di dalam kitab sendiri, silaturahmi dikatakan sangat penting untuk membina kekeluargaan. Ya, pada hakikatnya memang manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain.


Oleh sebab itu, menurut saya tak perlulah sosok inspirator yang mempunyai nama tenar. Cukup sesosok orang yang dapat membuat hidupnya termotivasi dan merubah hidupnya kearah yang lebih signifikan. Oke, tidak ada salah nya memang mempunyai tokoh inspirator yang ternama, karena itu adalah hak tiap-tiap individu. Namun apakah sosok tersebut sudah benar-benar memotivasi diri sendiri. Jawabanya ada di diri tiap-tiap individu J

0 comments:

Post a Comment